Contoh Naskah Drama Remaja

Bagi masyaraat yang suka dengan drama remaja, kali ini akan diberikan contoh naskah drama remaja. Sebuah naskah drama yang diambil dari kehidupan sehari-hari. Semoga bisa bermanfaat bagi seluruh kalangan masyarakat yang akan mengadaptasi contoh naskah drama remaja ini.

Berikut adalah contoh naskah drama remaja singkat yang bertema kekuatan. Sebuah cerita yang dapat menginspirasi seluruh masyarakat.

Contoh Teks Drama Remaja

Judul: Pasti Bisa

Tema: Kekuatan

Pemeran: 3 Orang Pemain
               
1. Ibu
2. Fika
3. Bu Guru

Sinopsis drama remaja

Fika adalah anak yang berprestasi di sekolahnya. Ia tak pernah absen dalam mendapatkan peringkat pertama. Namun akhir-akhir ini ia merosot menjadi peringkat kedua. Sang guru pun meneliti apa yang sedang dialami muridnya itu. Ibu Fika kini tengah sakit TBC dan tak bisa bekerja seperti biasanya sehingga Fikalah yang menjadi tulang punggung keluarga untuk beberapa saat. Meski demikian, Fika tak pernah lelah berdoa dan berusaha.

Naskah Dialog Drama

Di suatu pagi yang cerah, matahari bermandikan cahaya dan terdengar kokok ayam yang merdu. Fika bangun dari tidurnya dan bergegas berangkat sekolah. Sebelum itu Fika menyiapkan sarapan untuk dirinya dan ibunya yang tengah berbaring di ranjang.

Fika: Bu, Fika mau berangkat sekolah dulu. Hari ini Fika tinggal ibu sebentar tidak apa-apa, kan? Fika sudah memasak makanan untuk ibu. Kira-kira Fika akan pulang jam satu siang.

Ibu: Iya, Nduk. Berangkat saja, memang kewajibanmu adalah belajar. Bukan menjadi tulang punggung keluarga. Memang ibu yang salah terhadapmu.

Fika: Ibu tidak boleh menyalahkan takdir. Hidup ini sudah ada yang mengatur, jadi kita harus kuat menghadapinya. Tak perlu berburuk sangka dengan Tuhan ataupun berputusasa.

Ibu: Ibu sangat bangga kepadamu, Fik. Mempunyai anak sepertimu merupakan anugerah terindah bagi ibu.

Fika: Kalau begitu, Fika berangkat dulu, Bu. Ibu hati-hati di rumah.

Fika pun berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Tanpa membawa uang saku karena ia berpikir jarak sekolahnya dengan rumah sangat dekat. Setibanya di sekolah….

Bu Guru: Fik, sini sebentar. Ibu mau ngobrol denganmu.

Fika: Iya, Bu ada apa?

Bu Guru: Akhir-akhir ini prestasimu kerap menurun. Sebenarnya ada apa? Apakah kamu sudah malas belajar, atau memang ada kendala lain?

Fika: Oh masalah itu Fika minta maaf ya Bu. Fika sedang merawat ibu yang sedang sakit. Ibu Fika mengidap TBC dan tengah terbaring di rumah. Sehingga Fika tak ada waktu untuk belajar. Waktu yang Fika miliki Fika pergunakan untuk menjaga ibu dan mengurus rumah. Selain itu Fika pun membantu ibu bekerja.

Bu Guru: Bekerja apa, Fik? Kamu tak seharusnya bekerja. Kamu masih SMA.

Fika: Ya, Fika tahu. Tapi keadaanlah yang menuntut Fika bertindak demikian, Bu. Saya tak bisa berdiam diri saja. Lalu makan dan kebutuhan sekolah yang harus dibayarkan didapatkan dari mana?

Bu Guru: Lalu kamu bekerja apa?

Fika: Apa saja asalkan halal. Fika membantu ibu menjahit pakaian. Beberapa tetangga biasanya mempermak celananya ke ibu saya. Juga terkadang berdagang kue keliling, atau membantu Bi Sumi tetangga saya untuk memetik teh di kebun.

Bu Guru: Sungguh mulia yang telah kamu perbuat, Fik. Ibu sebagai guru kamu justru bangga tak terkira kepadamu. Kamu murid yang patut dicontoh oleh semuanya. Kalau kamu merasa sulit ibu bisa bantu. Apa saja… kamu harus bilang ke ibu.

Fika: Terima kasih, Bu. Fika juga sangat bangga menjadi murid ibu. Jarang sekali ada guru yang perhatiannya lebih kepada muridnya.

Bu Guru: Ya, kamu terlalu berlebih. Namun ibu hanya menyarankan, bagaimanapun kamu harus mengutamakan sekolah. Tugas seorang murid adalah belajar maka dari itu kamu harus belajar.

Prestasi yang telah kamu raih itu harus dipertahankan. Kamu harus berbangga dengan keadaan apapun karena semuanya sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Kita sebagai manusia hanya menjalankan kewajiban kita. Dan senantiasa berusaha dalam setiap masalah yang mendera.

Fika: Iya, Fika sangat paham dengan hal itu, Bu Guru. Semoga Fika menjadi anak yang lebih kuat dari sebelumnya setelah mendengar petuah yang ibu katakan baru saja. Fika akan belajar meski hanya sepuluh sampai dua puluh menit. Juga akan mengerjakan PR apabila ada. Dan tak lupa selalu berdoa.

Fika pun mendengar bunyi bel sekolah. Ia bergegas untuk memulai pelajaran. Juga sebuah nasihat di pagi hari tadi membuka pikirannya agar pantang menyerah dalam setiap masalah. Mungkin kali ini Ibunya menjadi media ujiannya dari Tuhan. Mungkin juga satu minggu, bahkan di masa yang akan datang akan datang badai yang lebih besar dalam kehidupannya. Dan ia cukup tahu dan kuat dalam mengatasinya. Tak ada yang mustahil di dunia ini jika kita mau berusaha dan tentunya diiringi dengan doa. Meski usianya yang masih remaja, Fika memiliki pikiran yang dewasa.

Baca Contoh Drama terkait:

  1. Contoh naskah drama 7 orang
  2. Contoh naskah drama cinta
  3. Contoh naskah drama pendidikan

Demikian contoh naskah drama remaja yang diharapkan dapat menginspirasi para pembaca dan seluruh kalangan masyarakat, khususnya bagi Anda yang memiliki kecintaan terhadap seni drama.

Contoh Naskah Drama 7 Orang

Contoh Naskah Drama 7 Orang Sosial – Contoh naskah drama 7 orang dibawah ini merupakan sebuah drama dengan tema kepedulian sosial dimana menceritakan tentang 7 orang remaja di sebuah desa yang ingin menolong warga korban banjir.

Inilah contoh naskah drama 7 orang yang bisa diterapkan di dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu gunakan contoh naskah drama 7 orang sebagai landasan untuk dunia peran yang efektif.

Judul: Posko Banjir

Tema: Drama Sosial

Pemeran:

1. Rama
2. Teguh
3. Bram
4. Risa
5. Kinara
6. Dede
7. Wika

Rama dan keenam sahabatnya merupakan remaja yang aktif peduli lingkungan. Mereka mempunyai sebuah komunitas pecinta lingkungan yang diberi Nama Eko Club yang merupakan kepanjangan dari Klub Ekologi. Pada suatu hari, desa mereka terkena musibah banjir.

Rama dan keenam sahabatnya berencana membuat posko bantuan untuk warga desa, meski sebenarnya mereka tak punya dana untuk itu.

Naskah Drama

Rama: Eko Club harus mengusahakan bantuan untuk desa kita. Kita sebagai remaja aktif, tidak boleh tinggal diam dengan keadaan semacam ini. Lihatlah! Air semakin lama semakin bertambah volumenya.

Wika: Rama benar. Dari APA yang kudengar, warga mulai mengeluh dengan beberapa penyakit seperti gatal-gatal dan kekurangan air bersih.

Bram: Baiklah, aku Akan mengusahakan bantuan. Pertama yang harus dihubungi adalah Pak Lurah sebagai orang yang bertanggung jawab penuh atas desa ini.

Kinara: Tumben otakmu cerdas, Bram, hehehe… Kalau begitu, biar aku temani kau pergi ke tempat Pak Lurah. Kebetulan aku melihatnya di Balai Desa beberapa menit yang lalu.

Bram: Kalau begitu kita ke Balai Desa sekarang, Kin.

Bram dan Kinara pun pergi ke Balai Desa menemui Pak Lurah sedangkan sisanya masih asyik membahas tindakan yang Akan diperbuat selanjutnya.

Dede: Eh, Ram. Aku punya kenalan orang SAR. Mungkin kita Akan membutuhkannya.
Rama: Kebetulan sekali De, kita memang membutuhkan mereka. Tim SAR bisa membantu untuk mengevakuasi warga dari banjir. Di dusun Mekar Indah ketinggian air sudah mencapai atap rumah sehingga membuat kita sulit untuk menjangkaunya.

Dede: Oke, aku akan menelepon mereka.

Risa: Ram, kita sebaiknya buat posko bantuan untuk memasakkan makanan untuk warga desa. Apa kau tidak memikirkan nasib perut mereka selama seharian tidak makan.

Rama: Ya, aku juga sedang memikirkan hal itu, Ris. Kita tunggu Bram kembali.
Tak beberapa lama Bram dan Kinara kembali.

Bram: Beres, Ram. Pak Lurah mengiyakan rencana kita untuk mendirikan posko di Balai Desa juga tentang pengundangan tim SAR.

Rama: Syukurlah. Setidaknya aksi kita ada yang menyokong, terutama dari Pak Lurah sendiri. Oke,

Risa kamu pimpin untuk membuat posko bantuan.

Risa: Sip, kita harus bergegas.

Ketujuh remaja itu pun pergi ke Balai Desa untuk membuat posko bantuan. Beberapa saat kemudian tim SAR pun datang membawa obat-obatan dan perahu karet yang akan digunakan untuk mengevakuasi warga desa. Risa, Kinara dan Wika sibuk memasak di posko.

Risa: Apa yang kau lakukan Wik?

Wika: Seperti yang kau lihat, aku sedang memasak mie instan. Apa sekarang matamu sudah bermasalah Ris?

Risa: Enak saja, lihatlah… mie yang kau masak itu salah. Mengapa kau memasukkan gula ke dalamnya?

Wika: Apa? Ini gula, Ris? Kukira ini garam. Wah… hancur deh masakanku.

Risa: Heheh… dasar Wika. Tak apa, kita masak ulang saja.

Kinara: Seharusnya tidak menyuruh Wika untuk memasak. Dia lebih cocok untuk mengangkati barang-barang bantuan dari truk, hehe.

Rama: Kalian sedang bercanda? Waktu kita tinggal beberapa jam lagi. Kita harus mengantarkan makanan ini ke warga tepat pukul lima sore. Pak Lurah sudah menunggu di aula Balai Desa lho.

Risa: Iya, Ram. Membungkus makanan ini tak bisa cepat. Lihatlah, tangan kami Cuma ada dua. Sebaiknya kamu juga ikut membantu kami di dapur.

Rama: Aku akan memanggil Dede untuk membantu kalian. Dia lebih cocok di dapur ketimbang aku.

Dede: Apa yang kau bicarakan Ram? Aku ini lelaki sungguhan, bukan lelaki yang kerjaannya di dapur dan memasak layaknya Kinara dan Risa.

Kinara: Sudahlah De, sebaiknya kau bergegas. Kami butuh kamu agar pekerjaan ini selesai.
Dede: Baiklah, aku akan membantu kalian nona-nona. Kurang apa coba, aku ini ksatria penolong lingkungan.

Kinara: Ksatria apaan? Ksatria kesiangan ya De, hihi…

Meski disambi guyonan akhirnya proses membungkus makanan telah selesai. Di tempat lain Rama pun selesai membagikan obat-obatan untuk warga. Makanan yang selesai dibungkus segera dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Beberapa juga diantar menggunakan perahu karet karena memang ada beberapa warga yang memilih menetap di rumah hingga air surut.

Rama: Akhirnya misi kita selesai juga.

Risa: Yup. Eko Club memang keren.

Dede: Semua itu berkat ada ksatria lingkungan Si Dede. Kalau tadi aku tidak pergi ke dapur pasti makanannya belum selesai dibungkus.

Kinara: Kamu itu ksatria kesiangan, bukan ksatria lingkungan.

Wika: Sudah, kita semua hebat. Dengan kerja sama dan saling bantu akhirnya kita bisa. Tak boleh saling menyalahkan satu sama lain agar tidak menjadikan celah di antara kita semua.

Demikian contoh naskah drama 7 orang pemain dengan topik seputar peduli lingkungan.

Jangan lewatkan:

  1. Contoh naskah drama percintaan
  2. Contoh naskah drama untuk 5 orang
  3. Contoh naskah drama singkat tentang persahabatan

Semoga artikel contoh naskah drama ini bermanfaat bagi sahabat pembaca yang sedang membutuhkannya.

Contoh Naskah Drama Cinta

Contoh Naskah Drama Cinta Yang Tragis – Contoh naskah drama percintaan merupakan salah satu dari sekian banyak contoh drama yang saat ini sedang populer di kalangan remaja bahkan orang dewasa. Contoh naskah drama cinta menyajikan kisah cinta yang memberikan inspirasi dan motivasi diri untuk menjaga cinta dengan sebaik-baiknya. Dengan adanya contoh naskah drama cinta maka nanti akan memberikan rekomendasi dan referensi yang akurat tentang pembuatan naskah drama yang bertajuk cinta.

Berikut ini ada contoh naskah drama cinta yang mengisahkan seorang gadis yang bernama Amel memiliki dua cinta. Namuan pada salah satu cintanya membuat Amel terpukul hebat. Tidak dipungkiri bahwa cinta sejati datang ketika Amel telah terluka.

Tema: Cinta diantara dua pria

Penokohan/karakter:

  1. Amel: Pendiam, lugu, pintar dan baik hati
  2. Doni: Romantis, cool, dan modis
  3. Wahyu: Polos, ganteng, tulus, sopan dan cerdas
  4. Rina: Cerewet, setia dan imut

Konflik: Amel hamil atas hasil cinta terlarangnya dengan Doni namun Doni kabur begitu saja tanpa kabar.

Kesimpulan: Wahyu menerima Amel APA adanya dan dipersunting untuk menjadi pendamping hidupnya.

Dialog Drama

Semenjak sekolah dasar sampai tingkat atas, Amel dan Wahyu selalu bersama karena rumah mereka berdekatan dan keluarga keduanya sudah mengenal satu Sama lain. Sehingga tidak salah jika Amel dan Wahyu selalu berjalan bersama.

Rina: Mel, kenapa kamu tidak jadian saja Sama Wahyu? Kurang apa coba Wahyu? Ganteng, keren, Pinter.
Amel: Bukannya aku tidak mau jadian Rin, tapi APA benar kalau cewek duluan yang ngungkapin perasaannya?
Rina: iya juga sih. Wahyu terlihat polos begitu kalau tidak kamu dulu bagaimana kalian bisa berpacaran.
Amel: Aku malu Rin.
Rina: Kamu juga lugu dan polos Mel (batin Rina)
Wahyu: Mel, kamu tidak makan siang? Ayo ke kantin bareng?
Amel: Aku … aku …
Rina: Kita belum makan Yu, kamu ajak Amel aku ada urusan.
Rina tiba-tiba pergi untuk memberi kesempatan Amel dan Wahyu makan siang bersama di kantin sekolah. Namun di tengah jalan Doni anak orang kaya kakak kelas Amel memanggilnya. Semenjak masuk sekolah, Amel tertarik atas penampilan dan gaya Doni yang keren dan cool.
Doni: Amel mau ke mana?
Amel: Aku mau ke kantin kak.
Doni: Aku ada kesulitan untuk tugas bahasa Indonesia.
Amel: Kakak Kan sudah kelas 3, sedangkan aku?
Doni: kamu sudah terkenal Pinter mAel, tolong ajarin aku ya? Please!
Amel terdiam dengan memandang Wahyu yang sudah kelihatan rasa kecewanya.
Amel: Nanti sepulang sekolah saja ya kak. Amel mau makan siang dulu.
Doni: Aku tunggu di gerbang sekolah.
Setiba di kantin, Wahyu banyak menasehati Amel untuk menjauhi Doni yang terkenal sebagai cowok playboy. Namun hati Amel sudah kepincut untuk lebih dekat dengan Doni.
Amel: Tidak usah khawatirkan aku Wahyu. Aku bisa menjaga diri.
Wahyu: Aku takut kamu kenapa-kenapa Mel.
Sepulang sekolah, Doni sudah menunggu dengan motor gedenya di gerbang sekolah.
Wahyu: Mel, hati-hati Sama Doni.
Amel: Iya aku tahu Yu.
Doni: Ayo Mel, kita belajar bersama.
Amel hanya tersipu dan segera naik di motor Doni. Sedangkan Wahyu hanya bisa memandang dari jauh.
Doni: Mel, aku buatkan puisi untuk tugas Bahasa Indonesia hari ini?
Amel: Kakak tidka bisa buat puisi?
Doni: Tidak. Aku saja tidak faham.
Amel: Puisi itu keindahan kata-kata yang disusun dengan bahasa yang indah dan bermakna.
Sampai menjelang sore Amel belajar bersama dengan Doni. Hal tersebut sudah berulang-ulang sampai beberapa kali. Mereka berdua diam-diam menjalin cinta di belakang Wahyu. Setiap sepulang sekolah Wahyu tidak pernah bertemu Amel lagi.
Amel: Kak, APA kita tidak terlalu berlebihan di sini?
Doni: Tidka Mel. Ini pembuktian dalam bercinta.
Selang beberapa bulan, Amel merasa tubuhnya agak gendut dan sering pusing serta mual.
Rani: Mel, kamu kenapa kok di kamar mandi terus?
Amel: Tidak apa-apa kok Rin.
Rina: Kayaknya kamu demam. Ijin pulang saja ya biar aku antar atau aku panggilin Doni saja.
Wahyu: Kamu kenapa Mel? Muka kamu pucat sekali.
Amel: Aku hanya pusing saja Yu.
Tiba-tiba Amel pingsan, Wahyu dan Rina segera membawanya ke rumah sakit karena Amel sakitnya agak parah.
Wahyu: Kamu tidak apa-apa Mel?
Amel: Yu, aku … aku …
Wahyu: Kamu kenapa bilang saja. APA aku panggilin dokter?
Amel: Aku hamil Yu. Hiks … hiks … hiks …
Wahyu: APA? Kamu dihamilin siapa?
Amel: Doni …
Rina: Sudah dibilangin Wahyu, jangan dekat-dekat Sama Doni. Dia itu playboy.
Semenjak kabar Amel hamil, Doni tidak pernah masuk sekolah. Amel dan Wahyu datang ke rumahnya kata masyarakat sekitar, keluarga Doni pindah ke luar negeri. Amel hanya bisa pasrah dan bingung atas hasil perbuatannya dengan Doni.
Wahyu: Kamu tidak usah khawatir Mel, aku siap untuk jadi Bapak dari anakmu ini.
Amel: Kamu gila yu, ini bukan anakmu. Kamu mau menanggung malu atas perbuatanku.
Wahyu: Aku tidak pedulikan itu. Aku dari dulu sudah sayang Sama kamu sampai kapan pun. Aku tidak memandang kamu sebelah mata Mel.
Amle: Wahyu, ternyata kamu lelaki yang baik.
Wahyu: Tidak perlu takut, aku selalu ada untukmu Mel.

Akhirnya dengan menanggung malu Wahyu dan Amel rela dikeluarkan dari sekolah dan menikah.

Simak juga:

  1. Contoh naskah drama untuk 5 orang
  2. Contoh naskah drama pendek
  3. Contoh naskah drama singkat tentang persahabatan

Itulah contoh naskah drama cinta yang tragis. Bisa diambil banyak pelajaran tentang bentuk pacaran remaja masa kini yang harus diwaspadai. Selain itu, bentuk naskah drama ini sangat menarik untuk dijadikan rekomendasi dan referensi.

Contoh Naskah Drama Singkat Tentang Persahabatan

Contoh Naskah Drama Singkat Teman Sejati – Saat ini banyak contoh naskah drama singkat yang digunakan untuk pementasan dengan durasi yang pendek karena contoh naskah drama singkat ini memberikan cerita yang memiliki isi kental dengan didukung dialog yang memberikan cerita tersebut hidup sehingga contoh naskah drama singkat ini bisa dijadikan bahan referensi bagi kalangan yang membutuhkan untuk sebuah pementasan atau laporan tentang naskah drama secara singkat.

Berikut ini ada contoh naskah drama singkat yang menceritakan tentang sebuah ikatan persahabatan yang sejati dengan karakteristik tokoh yang unik dan berbeda sehinnga membuat cerita ini lebih hidup dan memberikan kesan dramatis bagi pembaca. Seorang Agus yang dilanda musibah motornya mogok di jalan dan jauh dari rumah ketika pulang dari Surabaya tengah malam. Dia bingung minta tolong dengan siapa.

Contoh Naskah Drama Singkat Tentang Pertemanan

Tema: Sahabat sejati yang menginspirasi

Karakter/penokohan: 

– Agus: Dilanda masalah (Tokoh Utama)
– Anas: Sahabat yang baik dan penolong
– Awam: Sahabat yang baik tapi pemarah
– Warga: Memberitahu dan menasehati

Alur: pendek

Setting:

– Tempat: Jalan Raya
– Waktu: Tengah Malam (hujan)

Permasalahan: Motor Agus mogok di tengah jalan pada tengah malam dan bingung untuk membawa motornya ke jasa servis yang jauh dari rumah.

Dialog drama

Agus merasa cemas ketika Akan pulang di malam hari dari Surabaya karena saat ini terkenal banyak begal yang berkeliaran. Namun rasa cemasnya hilang karena dia telah sampai di jalan raya yang ramai kendaraan. Tiba-tiba! Glok! Glok! Glok!

Agus: Waduh, kenapa motorku? Ada-ada saja padahal sudah mau sampek rumah kurang satu jam lagi.
Dia mencoba menstarter motornya namun double starternya macet.
Agus: Apa benar perkataan orang tadi di Surabaya bahwa oliku bocor? (Dia merasa cemas dan bingung harus berbeuat apa lagi sedangkan ini di jalan raya tengah malam).
Dia duduk sendirian pasrah dengan meniup rokok. Tiba-tiba!
Warga: Kenapa Mas motornya?
Agus: Ini Pak, motor saya mogok dan tidak bisa di double starter lagi. Mungkin kehabisan oli.
Warga: Coba saya lihat.
Agus: Silahkan Pak!
Warga: Wah ini kehabisan oli mas. Kok bisa begini olinya bocor ya.
Agus: Tidak tahu Pak, tapi tadi ada orang memberitahu ketika saya di Surabaya yang mengingatkan bahwa oli saya bocor. Terus bagaimana Pak?
Warga: Terpaksa Mas harus mendorong. Mas rumahnya mana?
Agus: Waduh! Rumah saya Tuban Pak. Masih jauh dari sini.
Warga: Begini saja, Mas titipkan di parkir 24 jam di seberang jalan. Sekarang Mas pulang naik bus besok motornya ambil.
Perasaan Agus mulai lega atas kehadiran warga setempat yang peduli. Namun dia masih bingung untuk pulang karena rumahnya jauh dari transportasi umum. Segera dia mengambil handphone untuk menghubungi orang rumah.
Agus: Hallo! Wam, aku mau minta tolong?
Awam: Ada APA? Malam-malam begini.
Agus: Motorku mogok di Lamongan. Bisa jemput aku ke sini?
Awam: Ah, tidaa bisa aku ngantuk. (Tiba-tiba awam mematikan teleponnya).
Warga: Dari pada bingung bawa dulu motonya di parkiran 24 jam Mas biar lebih aman.
Agus: Iya pak, saya coba menghubungi teman saya biar jemput. (Agus sibuk mencari teman yang bisa bantu).
Agus: Hallo! Nas, motorku mogok di Lamongan bisa jemput aku?
Anas: Kok bisa? Lamongan sebelah mana?
Agus: Alinya bocor, aku tidak tahu. Ini di jembatan gantung.
Anas: Ya sudah. Aku segera ke Sana. Barusan aku juga di telepon Awam.
Agus: Terima kasih Nas, kamu teman yang baik.
Anas: Biasa saja kayak Sama siapa saja Gus. Tunggu dulu, ngopi-ngopi dulu.
Agus lega sudah ada Anas yang Akan menjemputnya. Saran dari warga tadi dilaksanakan dan akhirnya dia menemukan parkiran 24 jam. Segera dia cari warung kopi dekat jembatan gantung untuk menunggu Anas datang.
Agus: Waduh, hujan bagaimana ini?
Selang 45 menit Agus menunggu dengan menikmati kopi hitam dan rokok, Anas datang bersama Awam.
Agus: Woy! (Agus melambai-lambai ke arah Anas)
Anas: Motormu kenapa? (Anas meletakkan jas hujan di motornya)
Agus: Olinya kehabisan. Aku tidak tahu kalau bocor.
Awam: kebiasaan, kamu ceroboh. Sebelum ke Surabaya cek dulu mesin motormu! Kalau sudah hujan kayak begini! (Awam menggerutu)
Anas: Ayo ngopi dulu biar Agus yang bayarin. Puas-puasin aja Wam. (Potongnya)
Agus: Iya gampang.
Agus masih kefikiran motornya mau dibawa ke mana besok. Dia masih takut dengan jasa parkir 24 jam nanti motornya hilang.
Anas: Lho, motormu di mana?
Agus: Motorku aku taruh di jasa parkir 24 jam sekitar sini. Besok aku ambil.
Awam: Aku ke sini Sama Anas rencananya mau dorong motor kamu sampai rumah. Kenapa kamu parkirin!
Agus: Jauh lo, cuacanya hujan deras begini?
Mereka bertiga saling diam menikmati secangkir kopi dan rokok sambil menonton televisi di warung kopi. Agus masih berfikir panjang dan kebingunagn tentang motornya.
Anas: Ambil saja motormu!
Agus: Tapi …
Awam: Buat APA aku ke sini kalau tidak dorong motor kamu.

Bergegas agus lari mengambil motornya di jasa parkir 24 jam. Dia terharu atas kegigihan dan kesetiaan kedua temannya yang rela menyempatkan waktu untuk menolong dirinya di tengah malam dengan keadaan hujan seperti ini. Akhirnya motor Agus di dorong oleh kaki Anas yang sedang menyetir. Sedangkan awam kedinginan di belakang, memboncneg anas. Suasana huajan mengikat erat persahabatan mereka. Agus tidak bisa membalas semua jasa Anas dan Awam yang menolongnya.

Jangan lewatkan:

  1. Contoh naskah drama tentang pendidikan
  2. Contoh naskah drama persahabatan
  3. Contoh naskah dram anak sekolah

Itulah contoh naskah drama singkat yang bisa dijadikan inspirasi dan bisa dijadikan pelajaran bahwa jangan ceroboh dalam bertindak dan jangan sampai melupakan kesetiaan seorang sahabat.

Contoh naskah drama pendek

Contoh naskah drama pendek adalah sebuah naskah drama dengan cerita yang memiliki alur pendek dengan pemain yang tidak terlalu banyak. Seperti contoh naskah drama pendek yang Akan dibuat dengan karakter pemain berjumlah 3 orang. Contoh naskah drama pendek Akan mengangkat kisah tentang seorang pria yang sedang berkeliling mencari pekerjaan dari satu Kantor ke Kantor lain dan berharap ada perusahaan yang mau mempekerjakan dirinya.

Contoh naskah drama pendek untuk 3 orang

3 karakter pemain drama pendek ini adalah:

Budi                     : Seorang pengangguran yang sedang mencari kerja di Kota besar

Arif                       : Teman Budi satu kampus yang bekerja sebagai sopir bis Kota

Yoga                     : Salah satu pengusaha sukses

Siang yang panas membuat Budi yang sedang berjalan di sisi trotoar tampak kelelahan dan bergegas menepi di sebuah kedai. Ketika sedang mengipasi tubuhnya dengan map yang dari tadi di bawa nya, sekonyong konyong dari pinggir warung seorang pria bertop menghampiri Budi.

Arif                       :” kamu ini ,Budi bukan?”

Budi                     :”maaf siapa ini?” Sambil memperhatikan dengan lekat wajah di depannya

Arif                      :”Ah kau ini masa lupa Sama aku. Ini aku Arif teman kau waktu di kampus”

Budi                     :” Arif…? APA kabarnya Ayo sini duduk!” Budi tampak terbelalak tak percaya ketika    akhirnya mengenali sosok di depannya.

Arif                       :”Baik Bud sudah lama kita tak ketemu, terakhir waktu wisuda 5 tahun lalu. Wajahmu sekarang Nampak berubah. Bagaimana nasib kamu sekarang?”

Budi                       :”Jangan begitu Rif aku memang kurang beruntung saat lulus kuliah dulu aku mencoba bekerja di sebuah perusahaan konveksi dan berhasil menjadi manager setelah 2 tahun bekerja disana tapi ya nasib aku tergoda untuk memakan uang yang bukan hakku dan akhirnya aku dikeluarkan secara tidak hormat”

Arif                           :”Aku tak mengejek kau Bud toh nasibku juga tidak kalah bagusnya dengan kamu. Dari mulai lulus aku pulang kampung ke Medan dan berharap dapat pekerjaan bagus disana dengan ijazah sarjanaku tapi sampai beberapa tahun aku tetap lontang lantung tak karuan kerja serabutan yang akhirnya aku diajak tulangku bekerja disini sebagai supir bus. Lumayan buat sehari hari”

Budi                         :”Kamu sudah menikah Rif?”

Arif                           :”Belum Bud boro boro berani nikahin anak orang untuk diriku sendiri saja aku bingung kayak gini”

Budi                         :”Mending kalau begitu Rif sementara aku tanpa pekerjaan begini masih harus membiayai keluarga. Aku sudah punya isteri dan anak setahun setelah bekerja di perusahaan konveksi aku menikahi perempuan asal Sukabumi”

Arif                       :”Tak usah disesali Bud ini sudah menjadi takdir terbaik dari Tuhan”

Budi                   :”Aku tidak menyesal Rif, aku hanya berpikir seandainya aku dulu tidak tergoda untuk korupsi uang perusahaan mungkin nasib anak dan isteriku tidak terlantar seperti sekarang”

Arif                        :” Tidak apa apa Bud. Yang penting untuk kedepannya kita harus berniat untuk memperbaiki lagi dan pengalaman yang telah dialami harus jadi pembelajaran yang terbaik”
Ketika kedua sahabat tersebut sedang asyik dalam pembicaraan seputar kehidupan mereka, tiba tiba seorang pria yang dari tadi duduk di samping Arif angkat bicara. Ternyata pria itu dari tadi memperhatikan pembicaraan Budi dan Arif.

Yoga                     :”Maaf pak perkenalkan saya Yoga, maaf kalau sedari tadi saya mendengarkan pembicaraan anda berdua”

Arif                    :” Oh tak apa apa justru mungkin pembicaraan kami mengganggu anda”
Yoga                 :” Tidak Sama sekali. Saya mungkin bisa membantu permasalahan bapak yang sedang mencari pekerjaan”

Budi                   :”Maksudnya?”Budi mengernyit tanda belum mengerti maksud pria yang barusan

Yoga                  :” Kebetulan saya memiliki bisnis perikanan di daerah Bogor dan masih memerlukan beberapa pekerja yang bisa mengurus masalah administrasi”

Arif                       :” Bagaimana Rif bukankah ini sebuah kesempatan bagus buat mu. Lebih baik kamu terima tawaran pak Yoga”

Budi                        :” Bagaimana ya pak saya memang sedang memerlukan pekerjaan tapi seperti yang pak Yoga dengar tadi bahwa saya pernah dipecat dari perusahaan saya dulu karena kasus keuangan”

Yoga                       :” Saya percaya pak Budi mau memperbaiki diri”

Budi                        :” Baiklah kalau begitu saya Akan mencoba menjaga kepercayaan pak Yoga. Terima kasih!”

Yoga                        :” Kalau begitu kartu nama saya,  besok saya tunggu bapak jam 9 pagi!”

Budi                         :” Terimakasih banyak pak Yoga”

Yoga                        :” Sama sama pak Budi, saya permisi dulu!”
Budi dan Arif Sama Sama saling menganggukkan kepala kepada Yoga yang beranjak pergi.

Arif                           :” Tuhan memang maha adil Bud. Tak disangka sangka kamu bakal mendapat pekerjaan di tempat ini dan tanpa mengajukan surat lamaran lagi”

Budi                         :” Iya Rif betul sekali. Tuhan memang maha kuasa atas segalanya”
Kedua sahabat itu berpisah disana dan berjanji untuk bertemu lagi. Keduanya kembali pada kehidupan masing masing dengan secercah harapan yang timbul untuk masa depan yang lebih baik.

Demikian contoh teks drama pendek, semoga berguna.

Jangan lewatkan:

  1. Contoh naskah drama komedi
  2. Contoh naskah drama 6 orang
  3. Contoh naskah drama anak sekolah

Contoh Drama Pendidikan Untuk 10 Orang Pemeran

Naskah Drama Pendidikan10 Orang Pemain – Pembullyan marak sekali terjadi. Apalagi di lingkungan sekolah yang ramai siswa-siswa sok kuasa dan sok jagoan. Tindakan seperti mendiskriminasi, memalak, membentak sesukanya adalah bagian dari pembullyan. Naskah drama di bawah ini merupakan contoh naskah drama tentang pendidikan di sekolah.

Tema: Pendidikan

Judul: Jangan Membully

Karakter / Penokohan: 

1. Elsa (pemimpin Genk)
2. Cici ( Anggota Genk)
3. Erna ( Anggota Genk)
4. Terry (Anak Baru)
5. Kepala sekolah
6. Guru BK
7. Wali Kelas
8. Vivi (Saksi Mata)
9. Rere (Saksi Mata)
10. Tia (Ketua kelas,Saksi Mata)

SINOPSIS DRAMA

Elsa, Cici dan Erna adalah anak kelas 3 di sebuah SMP. Ketiganya membentuk genk di sekolah dan seringkali membuat onar dengan memalak dan membully siswa lain. Suatu hari datang siswa baru yang kemudian dibullynya. Mereka baru sadar ketika guru, wali kelas, dan kepala sekolah menggelar sidah untuk mereka bertiga.

NASKAH DRAMA

Terlihat koridor sekolah yang ramai, adaElsa, Cici, Dan Erna berjalan santai. Hari ini mereka melakukan yang biasa mereka lakukan, yaitu memalak, memarahi dan membully siswa lain.

Erna : “Eh, Sa,Ci. Gue denger hari ini kita bakal dapet anak pindahan di kelas kita!”
Elsa : “Trus Apa masalahnya ama gue?”
Erna : “Ya engga , gue kan Cuma ngasih tau loe! Kali aja loe kudet gitu!”
Cici : “Iya gue juga denger, katanya sih namanya Terry”
Elsa : “Hah, siapa?Terry? nama kok kayak ikan teri sih. Hahaha, oke untuk hari ini kita bakal ngasih dia pelajaran berharga buat dia biar gak bisa macem-macem ama kita kedepannya.“

Elsa dan temannya pun menyusun rencananya untuk memberikan pelajaran tersebut kepada anak baru itu.

Bel tanda masuk pun dimulai, semua anak berjalan cepat menuju kelas mereka. Semuanya kecuali anggota genk terkenal ini mereka berjalan lambat menuju kelasnya yang lumayan jauh.
Didalam kelas para siswa duduk dengan rapi dan mengambil buku pelajaran sebelum dimulai pelajaran.

Brakkk…

Terdengar suara pintu terbanting, semua siswa melihat ke asal suara.
Ya! Tak lain adalah Elsa, Cici dan Erna. Mereka dengan santai nya memasuki kelas, dan bagaikan tak menghiraukan tatapan siswa kelasnya.
Tia sang ketua kelas yang merasa kesal bangkit dari duduknya dan menghampiri mereka.

Tia : “Hei! Elsa,Cici, Erna udah aku peringatin beberapa kali bukan. Kalo buka pintu tuh biasa aja, gak usah dibanting segala. Kalo pintunya rusak mau gantiin?“
Elsa : “Oh,Hei! pasti soal properti sekolah yaa.. maaf maaf gue gak kan ngulangin kejadian banting pintu lagi deh“

Perkataan Elsa diiringi dengan tawa ejekkan dari Cici dan Erna.

Tia : “Terserah deh! aku ngasih tau serius, bukan bercanda!“
Cici : “OH! YAUDAH! PERMISI!”

Setelah itu guru pun masuk yang dibelakangnya terdapat seorang siswa.

Ibu Guru: “Yap! Anak-anakseperti yang sudah kalian ketahui kita memiliki seorang siswa baru! Tolong sedikit perhatiannya saat ia memperkenalkan diri“
Terry : “Assalamuaikum wr.wb. perkenalkan nama saya Terry pindahan dari SMP Negeri 5. Mohon bantuannya agar saya bisa meyesuaikan diri di lingkungan sekolah ini.”

Setelah pelajaran selesai, jam istirahat membuat semua siswa bebas dari pelajaran dan tugas dan bebas untuk makan dan minum dikantin.

Erna :“Mau kekantin nggak ?“
Elsa dan Cici : “Engga ah, gak nafsu makan gue“

Setelah itu, mereka melihat Terry yang sedang berdiri sendirian dan mereka teringat rencana mereka yang baru tadi pagi mereka rumuskan. Dan setelah itu mereka menghampiri Terry.

Elsa, Cici dan Erna : “Hai…”
Terry : “……”

Erna :“Heh, kita sapa baik baik juga bukanya di bales! susah banget sih ngejawab doang!”.

Terry yang terdiam, langsung berjalan melewati mereka bertiga.

Elsa : “ Heh, main pergi aja! sok banget jadi siswa baru, merasa bangga ya !”

Elsa menarik lengan Terry kasar.

Vivi yang melihat dan mendengar Terry dibentak, langsung pergi menghampiri Mereka berempat.

Vivi :“Eh, ada apa ini ?”.
Cici : “Bukan masalah lo ya! Jadi diem !”
Vivi : “Tapi kalian gak bisa gitu dong. Ngebentak dia seenaknya, dia kan masih baru jadi …”
Elsa : “Iya iya gue tau, udah gak usah di lanjutin ceramahnya! cape gue dengernya.”

Setelah hari itu berlaluElsa, Cici dan Erna pun masih terus membully Terry dari masalah yang biasa hingga benar-benar sepele. Tak banyak memang orang yang melihat pembullyan itu secara langsung. Tetapi tak sedikit juga laporan tentang pembullyan ini. Guru guru dan kepala sekolah membahas kejadian ini, dan memutuskan bahwa sidang akan dilakukan besok dengan tersembunyi.

Tiba Guru BK hari ini memutuskan untuk menghampiri mereka –tersangka pembully-an.

Guru BK : “Kalian yang namanya Elsa,Cici dan Erna.Betul ?“
Guru BK : “Nanti Setelah selesai Sekolah datanglah ke aula sekolah“.
Erna : “Memangnya ada apa Bu?”
Guru BK : “Pokoknya datang saja” (dan pergi)

Bel tanda berakhirnya pelajaran dan juga bel tanda pulang sekolah telah berbunyi, sekarang waktunya para siswa untuk pulang ke rumahnya masing masing. Terkecuali Elsa, Cici dan Erna mereka harus datang ke aula sekolah.
Saat tinggal beberapa meter lagi sampai aula sekolah mereka bertiga sekilas melihat Kepala sekolah, Guru BK dan Wali kelas mereka. Perasaan mereka seketika campur aduk antara takut, gugup, gemetar dan heran. Firasat buruk pun seperti menambah kesan menakutkan, mereka sibuk dalam pikiran masing masing. Tapi,satu kata sama yang terlintas dipikiran mereka adalah ‘apa yang akan terjadi selanjutnya?’.

Elsa,Cici dan Erna : “Assalamualaikum”.
Semua orang dalam aula : “Walaikumsalam”
Kepala sekolah : “Akhirnya kalian datang, silakan duduk”.

Sekarang mereka bertiga bisa dengan jelas melihat bahwa orang yang ada dalam aula itu tak hanya Kepala sekolah, Guru BK dan Wali Kelas mereka tetapi ada Vivi, Rere, Tia dan Terry. Mereka pun duduk dikursi yang sudah di persiapkan, kursinya benar benar berada di tengah aula samping kiri terdapat teman sekelasnya dan samping kanannya terdapat para guru.

Guru BK : “Kita mulai saja ke pertanyaan pertama, tapi sebeloemnya saya harap kamu bisa menjawabnya dengan jujur dan tak ada kebohongan.”
Elsa : “Iya bu saya akan menjawab dengan sejujurnya.”
Kepala sekolah : “Apakah benar kalian membully Terry? Kenapa?”
Elsa,Cici dan Erna : “…..“ (terdiam.)
Guru BK : “Kenapa kau membully Terry karena ia mempunyai masalah denganmu? atau apa?”
Erna : “Ya! Saat kami menyapanya ia tak menyapa kami kembali“
Wali Kelas : “Apakah hanya itu pembelaan kalian ?“

Elsa, Cici dan Erna mengganguk.
Kepala sekolah : “Bagaimana dengan Terry kenapa engkau tak membalas sapaan mereka?”
Terry : “Aku hanya merasa gugup saat mereka menyapaku, aku minta maaf karena kesalahanku sewaktu itu dan membuat kalian marah padaku. Maaf kan aku”.
Elsa :“Iya maaf kan kami karena sudah kasar padamu, setelah kejadian ini aku harap aku dan teman temanku bisa berteman baik dengan semua orang dan tidak mementingkan siapa dia dan apa statusnya.”

Setelah kejadian itu, Elsa, Cici dan Erna berteman dengan Terry. Mereka bertiga belajar bahwa belajar bahwa tak baik membeda bedakan orang dan membullynya.

TAMAT

Jangan lewatkan, baca juga contoh naskah drama terkait: Contoh naskah drama pendek untuk 10 orang, contoh naskah drama pendek tentang pendidikan, dan naskah drama tentang anak sekolah. Demikian, semoga contoh naskah drama singkat ini bermanfaat bagi Anda.

Contoh Naskah Drama 6 Orang

Anda bisa membuat contoh naskah drama untuk 6 orang yang akan ditampilkan pada berbagai pementasan. Inspirasi cerita bisa diperoleh dari berbagai kejadian yang sering terjadi di sekeliling kita. Contoh naskah drama untuk 6 orang tersebut tentu menampilkan 6 karakter yang berbeda dengan kekuatan kepribadian yang bisa ditonjolkan lewat naskah yang dibuat. Kita bisa mengambil ide dari sisi kehidupan sebuah tempat kost para mahasiswi yang tentu memiliki ritme kesibukan yang sangat menarik dalam kesehariannya.

Baca juga contoh naskah drama berikut:

  • Contoh naskah drama anak sekolah
  • Contoh naskah drama persahabatan

Contoh naskah drama untuk 6 orang ini bisa diawali dengan sebuah penjelasan mengenai berbagai karakter yang akan tampil disertai tema yang akan diangkat dalam teks drama tersebut.

Contoh Naskah Drama Untuk 6 Orang

6 karakter yang ada di tempat kost puteri “ Elite” :

Santi  : Seorang mahasiswi semester awal yang baru 3 bulan tinggal di kost tersebut
Mira   : mahasiswi yang cantik tingkat akhir fakultas psikologi yang terkenal kalem
Farah  : mahasiswi yang aktif dalam organisasi islam di kampus
Laras   : Mahasiswi asal Bogor, yang merupakan teman satu kamar Santi
Yuli      : Seorang gadis tomboy yang tidak percaya pada takhayul
Rumi    : Mahasiswi semester akhir yang penakut

Kisah drama ini akan menceritakan mengenai kejadian aneh yang sering terjadi di tempat kost mereka dan sebagian percaya bahwa peristiwa tersebut sangat berkaitan dengan hal mistis seputar hantu yang mencoba mengganggu kehidupan para mahasiswi yang kost disana.

Di satu siang yang panas di ruangan tamu rumah kost “ Elite”

Yuli        :” Gerah sekali siang ini aku sampai tak kuat tidur di dalam kamar saking panasnya!”(sambil mengkipasi tubuhnya dengan buku yang sedang dipegang)
Rumi      :” mau hujan mungkin sore nanti, mudah mudahan aja  biar  panasnya tidak  berlanjut, aku juga tadinya mau keluar tapi melihat panas seperti ini mending diam di rumah”
Seseorang yang ternyata laras lari turun dari  tangga sambil memperlihatkan mimik ketakutan
Rumi        :”Ada apa ras,kenapa kamu terlihat takut?”
Laras        :”Ta tadi,,,,emh aku ,,,,melihat seseorang…emh berdiri di ujung kamar “(sambil matanya tertuju ke lantai atas dengan ketakutan)
Rumi         :”Ah jangan bercanda kamu,ini bulu kuduk ku sampai merinding Mana ada hantu siang siang begini”
Laras           :”Beneran kak Rumi aku kira tadi Santi tapi kan Santi udah pergi ke kampus dari tadi”
Yuli              :”Paling Cuma bayangan aja atau halusinasi,sudah tak usah di ributkan “
Ketika mereka sedang berbincang serius berbincang mengenai penampakan yang dilihat Laras datanglah santi,Mira dan Farah yang baru pulang dari kampus.
Santi    :”Ada apa ras koq sepertinya lagi serius amat?”
Yuli       :”Ini San si Laras liat orang yang mirip kamu tadi di atas,aku pikir sih itu Cuma halusinasi dia aja”
Laras     :” Tidak mungkin San,kak Yuli aku beneran liat hantu perempuan itu”
Farah     :”Iya mungkin Laras benar,tapi aku pikir itu adalah bangsa jin yang mencoba mengganggu kita,2 hari yang lalu juga aku pernah mendengar seseorang yang sedang mandi di kamar mandi,eh tak taunya di kamar mandi  kosong”
Laras        :”Kak Farah juga pernah mengalaminya,koq tidak bicara apa apa?”
Farah        :” Ah buat apa bikin orang takut aja”
Santi          :”Terus kalo misalnya hantu itu terus mengganggu kita bagaimana kak Farah?”
Farah         :”Sebaiknya kita mulai memperbanyak dzikir,tilawah Alqur’an biar hati jadi tenang dan setan setan itupun akan merasa enggan mengganggu kita lagi”
Mira            :”Iya betul apa yang dikatakan sama Farah. Sebenarnya setan  itu hadir karena kita sendiri yang mengundang mereka ya salah satunya karena rasa takut dan kegelisahan yang kita rasakan. Mereka akan mudah mendatangi orang yang pikirannya tidak focus dan sering melamun”
Rumi           :”Tapi gimana caranya bisa menghilangkan rasa takut itu,soalnya aku suka ngeri sendiri,suka membayangkan yang tidak tidak kalo sedang sendirian?’
Mira              :”Ya itu tadi seperti yang dikatakan Farah,kita harus banyak berdo’a,banyak berdzikir daripada nanti setannya malah merasuki kita kan lebih serem,,iya kan?
Yuli               :” udah sebaiknya kak Rumi mulai jalani terapi aja sama ka Mira supaya rasa takutnya menghilang!”
Rumi                    :”Susah juga sih jadi orang penakut kemana mana dihantui rasa ketakutan,lihat tempat gelap saja serem,denger suara suara aneh menggigil sendiri”
Farah                    :”Tak apa apa Rumi nanti juga menghilang sendiri kalau kita bisa dan mau berusaha untuk menghilangkan rasa ketakutan itu”

Semua yang ada dalam ruangan mengangguk angguk setuju dengan penjelasan Farah. Seiring waktu berlalu penampakan hantu tersebut perlahan menghilang dan tidak terdengar lagi beritanya.

Contoh naskah drama untuk 6 orang yang dimainkan diatas memiliki alur yang sangat sederhana dan seting tempat dan waktu yang tidak sulit sehingga hanya memerlukan penyesuaian karakter saja. Para pemain tidak perlu banyak melakukan gerakan dan sangat mudah memainkan teks drama untuk 6 orang tersebut.

Contoh naskah drama tentang pendidikan

Drama bertemakan pendidikan merupakan salah satu jenis drama yang paling banyak dimainkan, baik di sekolah maupun di lembaga-lembaga pendidikan non formal. Pentingnya pendidikan membuka kesadaran berbagai elemen masyarakat untuk mencoba mengingatkan kepada kaum muda khususnya yang dalam hal ini dapat disampaikan melalui berbagai bentuk, dan salah satunya melalui pementasan drama.

Penulisan teks drama tentang pendidikan tidak jauh berbeda dengan penulisan teks drama yang mengusung tema diluar dunia pendidikan. Poin pokok dalam setiap penulisan dialog naskah drama adalah terletak pada ide, alur, penokohan atau karakter, dan yang terpenting naskah tersebut harus ditulis secara deskriptif agar para pemain dapat memerankan karakter masing-masing secara sempurna.

Berikut ini adalah contoh skenario drama tentang pendidikan untuk 3 orang yang diharapkan bisa memberikan referensi pembelajaran berarti bagi Anda berkaitan dengan penulisan naskah drama yang memenuhi standar.

Naskah Drama Pendidikan

Judul: Malas Masuk Sekolah Karena Ketinggalan Materi Pelajaran
Tema: Pendiidikan
Pemain: 3 orang
Karakter:
Lisa: Sosok remaja yang selalu memprioritaskan pendidikan
Tina: Sosok remaja yang baik hati dan selalu peduli dengan masalah temannya
Sinta: Sosok remaja yang malas masuk kelas karena ketinggalan materi pelajaran biologi

Sinopsis Drama

Lisa, Tina, dan Sinta adalah tiga remaja bersahabat yang saling memiliki kepedulian antara satu sama lain. Pada suatu hari Lisa mendapati Sinta tidak masuk sekolah, padahal dia tidak sedang berhalangan. Sinta bahkan sering tidak masuk sekolah padahal UAN tidak lama lagi akan dilaksanakan. Usai ditanya, Sinta kemudian menjelaskan alasannya kenapa dia malas masuk sekolah.

Adegan Drama Dimulai…

Lisa:
Sin, kamu kemarin kenapa bolos? UAN kan sudah dekat, mestinya kamu lebih serius belajarnya, bukannya malah suka bolos!

Sinta:
Kemarin aku malas banget mau masuk kelas. Nggak tau deh, akhir-akhir ini aku makin malas aja sekolah.

Tina:
Malas sekolah?! Kamu kan tahu kalau bentar lagi udah mau UAN, apa kamu nggak takut ntar nggak lulus?

Lisa:
Iya, apa kamu nggak takut jadi siswa yang nggak lulus UAN lantaran kamu malas masuk sekolah? Apa kamu nggak malu, Sin?

Sinta:
Ya malu dong..!

Lisa:
Terus kenapa kamu suka bolos? harusnya kamu lebih semangat dan fokus, bukannya malah malas-malasan masuk sekolah.

Tina:
Benar apa yang dikatakan Lisa itu. Mulai sekarang kamu harus fokus, dan jangan sampai kamu bolos lagi.

Sinta:
Kalian tahu kenapa aku malas banget masuk kelas?

Lisa:
Memangnya kenapa? ada apa, Sin?

Tina:
Iya, ada apa Sin?

Sinta:
Kalian kan tahu, waktu jam pelajaran biologi aku kan nggak pernah merhatiin. Nah, sekarang kalau aku serius pun udah terlambat soalnya aku udah ketinggalan jauh.

Selama ini Sinta memang tidak menyukai pelajaran biologi sehingga dia tidak pernah memperhatikan saat jam pelajaran.

Lisa:
Nah, coba kamu renungkan sekarang.. bukannya penyesalan itu datangnya belakangan? nanti kalau kamu nggak lulus, kamu juga bakal lebih menyesal dari sekarang. Makanya, mulai sekarang kamu harus rajin sekolah. Manfaatkanlah sisa waktu yang ada.

Sinta:
Tapi aku nggak bisa. Kan sudah ku bilang, aku sudah ketinggalan jauh materi pelajaran yang satu ini. Terus bagaimana aku ngerjainnya?

Tina kemudian mencoba memberikan solusi kepada Sinta terkait permasalahan yang dihadapi oleh temannya itu.

Tina:
Okay, sekarang begini saja.. gimana kalau kamu ikut les. Dengan begitu kamu bisa mempelajari meteri pelajaran biologi mulai dari awal.

Lisa sangat setuju dengan rekomendasi yang diberikan Tina.

Lisa:
Ide bagus itu! Iya, kamu ikut les aja, Sin. Kamu bisa belajar semuanya mulai dari awal, dan asal kali ini kamu serius, kamu pasti bisa.

Sinta terdiam dan terlihat merenung. Dalam benak Sinta terucap “sepertinya apa yang diusulkan Tina harus aku terima deh..”.

Tina:
Gimana, kamu setuju kan?

Sinta:
Okay deh, aku setuju. Sepertinya ide kamu ini memang masuk buatku. Tapi, aku ikut les dimana?

Tina:
Gampang, kamu tenang aja. Nanti aku akan nanya ke temen-temen yang lain dimana tempat les biologi yang paling bagus.

Usai mencari informasi dari teman-temannya, Tina akhirnya merekomendasikan Sinta untuk ikut les di Bu Martini. Bu Martini adalah seorang gutu biologi yang sudah memiliki background mengajar cukup lama, baik di sekolahan maupun untuk lest private.

Sore hari itu Tina menemui Sinta dirumahnya.

Tina:
Sin, aku udah nemu tempat les yang pas buat kamu.

Sinta terlihat senang mendengarnya.

Sinta:
Oya? dimana, Tin? kapan aku bisa mulai masuk? Oh.. iya, berapa biayanya?

Tina:
Kamu ikut les dirumah Bu Martini setiap hari Senin, Selasa, dan Rabu. Mengenai biayanya, nanti kamu langsung tanyakan saja secara langsung waktu kamu masuk les. Tapi, kamu tenang saja, dengar-dengar, biaranya nggak mahal kok.

Sinta:
Okay, siap. Thanks banget ya udah peduli sama aku.

Tina:
Yup, yang penting sekarang, kamu harus giat dan fokus, okay?

Sinta:
Okay, janji!

Dialog Drama Pendidikan – END

Mengacu pada dialog diatas, naskah drama ini dapat dimainkan untuk 3 orang pemeran, atau bisa juga untuk 4 orang.

Demikian referensi contoh naskah drama pendek tentang pendidikan, semoga contoh diatas berguna bagi Anda.

Contoh naskah drama komedi lucu

Sebuah cerita yang mengandung muatan lucu dengan candaan candaan yang segar selalu menarik untuk bisa dituangkan dalam contoh naskah drama komedi dengan  Tema yang di tampilkan dalam contoh teks drama komedi bisa diinspirasikan dari berbagai hal yang terjadi di sekitar kita dan bisa menampilkan pementasan contoh naskah drama komedi yang dilatar belakangi kehidupan sebuah keluarga besar  yang berjumlah lima bersaudara dari Kelima orang tersebut adalah seorang ibu yang merupakan orang tua tunggal serta empat anaknya yang telah tumbuh dewasa.

Contoh naskah drama lucu untuk 5 orang

Mama Vina         : Seorang ibu yang sangat tegar karena bisa menghidupi keempat anaknya hingga   dewasa seperti  karakter seorang ayah.

Erlin                     : anak yang paling besar mama Vina yang sudah lulus kuliah dan kini bekerja sebagai tenaga pengajar di sebuah SMP terpadu.

Erdin                  : Putra kedua yang masih kuliah semester 7 di universitas ternama. Orang nya   nyentrik dengan rambut panjang dan koleksi batu cincin yang banyak sekali namun baik hati dan suka menabung…

Adrian                  : Putra ketiga yang bertampang kelimis tanpa kumis namun manis seperti buah manggis dan  Kuliah di fakultas ekonomi semester tiga.

Eva                        : Putri bungsu yang masih duduk di SMA. Tampangnya imut imut seperti marmut.
Keluarga besar ini sangat bahagia dengan kehidupan mereka meski tanpa kehadiran ayah mereka yang telah meninggal sepuluh tahun yang lalu. Mama yang telah memberikan kasih sayang serta limpahan materi yang cukup hingga bisa terwakilkan tanpa perlu sosok ayah. Namun siapa sangka ada seorang bapak yang tertarik pada keanggunan mama Vina yang berhasrat untuk menikahinya.

Duda tersebut bernama Om Bram Keempat anak mama vina sedang berkumpul di beranda sore itu dan berbincang hangat mengenai om Bram.

Erdin                   :” Ngomong ngomong om Bram jadi datang besok ?

Erlin                     :” Jadi malah mama yang sedang buat persiapan, katanya mau buat pudding buat sajian nanti”

Erdin                      :” Duh Erdin sempet denger kak mending kita rencanain supaya duda bangkotan itu tidak jadi menikahi mama”

Eva                           :”bagaimana caranya ya (sambil mengerjap ngerjapkan matanya sok imut)

Erdin                      :”Kita pakai beberapa jurus  pertama,apabila  tidak sukses gunakan jurus kedua dan jurus  ketiga atau seterusnya dijamin dan kakek ompong tidak berani lagi deketin mama”

Adrian                     :”Jurus apa memangnya si om gendut itu mau di ajak silat dan Kamu bakal kalah Din bertarung  sama perut buncitnya”

Erdin                    :”Bukan begitu yang di maksud orang ganteng ini adalah agar om Bram yang cemungut
kayak kerbau sradak sruduk jadi lapuk kayak krupuk di siram aduk,ngerti.

Eva                         :” Ih si abang kepala peyang om Bram udah semangat 45 mau kencan sama mama masa di ganggu,entar keki dong”

Erdin                     :”Nah bagus itu nanti kalau si om yang gendut itu datang kita ganggu aja obrolan  mereka atau kita pura pura jadi anak anak yang menyebalkan biar si om keki sama kelakuan calon anak  anak tirinya ini dan mengurungkan niatnya untuk menikahi mama”

Adrian                   :”Aku setuju saja nanti akan ngumpetin sandalnya si om juga ah biar kapok dia,trus  kursinya kita kasih lem..ha..ha”

Eva                       :’Ih jijay amat eva takut nanti mama marah sama kita”

Erdin                    :”Biarin aja daripada nanti kita punya ayah tiri yang kayak gorilla gitu,serem. Lihat aja brewok, perutnya dan kulitnya yang sangathitam ,matching deh kalo di pasangin sama gorilla”

Eva                          :”Emang ada gorilla pake kaca mata?”

Adrian                     :”Ada kali adikku sayang ya si om itu salah satu jenis gorilla hahaaaaa

Erlin                         :”Jangan gitu ah tak baik ngatain orang. Udah lebih baik ngomong aja ke mama  permasalahan keberatan kalian itu dan tidak perlu sabotase.kasihan om Bram nanti kalau dikerjain  seperti itu!”
Ketika perdebatan semakin seru,Tiba tiba mama Vina datang dari arah belakang

Mama Vina            :”Mama sudah dengar semuanya kok Lin apa yang diungkapkan sama adik adikmu  ini”

Keempat anak anak mama VIna kaget karena mamanya tiba tiba muncul dan Si bungsu Eva terlihat sedikit agak grogi begitu juga Adrian dan Erlin tapi tidak dengan Erdin. Dan Cowok berambut panjang yang punya koleksi batu cincin ini malah cengengesan sendiri.

Adrian                    :”Iya ma kalo mama udah denger semuanya ya sekalian aja kita mau protes boleh dong kalo kita punya keinginan agar om Bram tidak mengganggu kehidupan keluarga kita”

Mama vina            :” Siapa bilang om Bram mau ganggu keluarga kita justeru maksudnya mau ikut menyayangi kalian lho”

Erdin                         :”pasti mama sudah punya keinginan  sama om Bram?”

Mama Vina              :” Tidak  sama sekali mama hanya berniat akan menolak cinta om Bram tapi dengan cara yang halus dan bukan dengan cara cara seperti yang kalian sebutkan tadi”
Keempat anak mama Vina mengangguk angguk tanda mengerti apa yang dimaksud oleh bundanya.

Baca juga:

  • Contoh naskah drama 6 orang
  • Contoh naskah drama anak sekolah
  • Contoh naskah drama persahabatan 

Contoh naskah drama komedi diatas mungkin tidak terlalu banyak mengungkapkan kata kata lucu namun dalam penampilan dan gerak tubuh para pemain bisa memvisualisasikan ekspresi dengan cara yang lucu.

Contoh naskah drama anak sekolah

Berbagai tekhnik cerita yang ditampilkan pada sebuah drama harus memiliki daya tarik tersendiri sehingga para penyimaknya menjadi lebih memahami apa tema yang ingin disampaikan melalui cerita drama tersebut. Contoh naskah drama anak sekolah yang akan disampaikan di bawah ini adalah sepenggal cerita yang mewakili beberapa kisah yang sering terjadi di beberapa sekolah. Contoh naskah drama anak sekolah dibuat dengan latar sebuah sekolah di kawasan kota besar yang memiliki karakter siswa yang berbeda beda dengan latar belakang yang berbeda pula.

Penokohan

  1. Irma Mutiara : Seorang siswi berprestasi yang tak pernah membuat masalah di sekolah
  2. Lukman Hasibuan : Siswa dari tanah batak yang cukup tegas memegang prinsip
  3. Rudy liok : Dipanggil Koko,seorang siswa etnis China yang cukup santai pembawaannya
  4. Neneng Kartini : Siswi yang berasal dari daerah Sunda
  5. Laode Mahmud : Berasal dari tanah Makasar,berperangai cukup gentlemen dan menjadi ketua OSIS di sekolah.

Contoh teks drama anak sekolah ini bisa dimulai dengan sebuah perbincangan cukup hangat mengenai kenaikan uang SPP yang akan diberlakukan pihak sekolah :

Pagi di ruang kelas yang cukup cerah.

Neneng      : “ Ir,kamu sudah dengar belum mengenai rencana kenaikan SPP di sekolah kita?”
Irma            :” Iya sih dengar dengar dari siswa kelas Sebelas kemarin katanya pihak OSIS sudah diajak
berbicara tapi kurang tau juga karena kepala sekolah kan belum memberi pengumuman secara resmi”.
Neneng          :” kamu setju tidak dengan rencana tersebut?”
Irma                :” Ya,bagaimana baiknya sajalah soalnya kan sekolah juga mungkin sudah
                            Memikirkan  rencana dengan matang”
Neneng          :” kalo aku sih kurang setuju Ir soalnya saat ini kan orang tua kita sedang mumet dengan masalah kenaikan BBM,masa sekarang kita memberatkan mereka dengan masalah kenaikan SPP juga,itumah keterlaluan namanya,bisa bisa aku di cap anak durhaka pada orang tua ha,,ha,,ha.

( Tiba tiba datang Mahmud yang kelihatannya sangat serius,terlihat dari raut mukanya yang sangat datar dengan alis berkerut,ditambah kacamata minusnya yang semakin melorot )

Neneng         : “ Duh pak ketua OSIS kita koq Nampaknya sedang banyak masalah saat ini,ada apa sih
Mud kayak serius banget “
Mahmud      :” Iya nih Neng,anak anak pada ngajak demo ke pihak sekolah untuk tidak jadi menaikkan
SPP,bingung aku jadinya”
Neneng           : “Serius Mud? Kalo mau demo aku juga mau ikut  soalnya ini menjadi masalahku
juga,mudah mudahan aja pihak sekolah mau mendengar aspirasi kita sebagai siswa”
Mahmud       : “Kamu ini Neng malah tambah puyeng kepalaku,aku kemarin dipanggil kepsek untuk
menjembatani siswa dan pihak sekolah tentang rencana ini bukan malah jadi provokator
Irma                  : “Jadi jembatan Mud? He..he sulit dong”( Irma menyela pembicaraan sambil sedikit
                             bercanda )
Mahmud             :” kamu ini Ir gimana nih sekarang menurut  mu,apa yang harus aku lakukan?”
Irma                     :” Lebih baik kamu ajak bicara dulu anak anak,kalau perlu buat forum untuk mediasi
antara pihak sekolah dan anak anak,biar pihak sekolah bisa menjelaskan rencana                                                      mereka dan anak akan bisa memahami semuanya”

Mahmud           :” Bagus juga ide kamu itu Ir,aku mau secepatnya buat rencana mediasi ini agar anak
anak tidak tegang terus.udah ya aku mau cabut dulu”
Irma dan Neneng :” Ya semoga sukses selalu Mud!”
Setelah Mahmud keluar dari kelas datang juga Rudy yang masih sibuk dengan handphone di tangannya.
Neneng              :”kamu tidak ikut demo Ko?”
Rudy                   :” Demo SPP itu ya Neng? Ah males aku. Bagiku kenaikan SPP bukan masalah asal tidak
terlalu besar dan jelas peruntukkannya,iya tidak?”
Neneng                :’’Bingung juga aku, Ko di satu sisi aku tak mau SPP naik tapi di pikir pikir bisa juga
diterima rencana sekolah itu ya?”
Irma                       :”Sudah lah Neng pantau aja terus berita selanjutnya,kalo malah ikutan demo kita jadi
tidak membereskan masalah tapi menambah masalah. Pihak sekolah juga pasti akan menjelaskan pada anak anak mengenai rencana tersebut buat kebaikan kitajuga mungkin”

Ketika mereka masih terlibat pembicaraan serius mengenai rencana kenaikan SPP,datang Lukman dengan memasang muka yang tampak lebih serius dari Mahmud.

Neneng                    :”Ini dia orator sejati kita,gimana Man,jadi demonya?”
Lukman                   :”Belum ada persetujuan juga nih dari OSIS malah barusan si Mahmud ngajak
       konsultasi sama pihak sekolah katanya biar jelas informasinya jadi tidak perlu demo”
Irma                       :”Iya man mending juga kamu turutin kata Mahmud, untuk kebaikan kita juga biar
       tidak mengganggu stabilitas sekolah dan kegiatan belajar tidak terhambat!”
Rudy                        :”Setuju Man lebih baik begitu, kalo demo nanti malah akan ada provokator,bisa
                      runyam”
Lukman yang orang batak ini manggut manggut setuju dengan masukan teman temannya.

Jangan lewatkan: Contoh naskah drama persahabatan

Contoh naskah drama anak sekolah diatas bisa jadi inspirasi mengenai pementasan yang akan anda tampilkan dan sebaiknya jangan terlalu banyak alur cerita pada sebuah drama yang akan ditampilkan untuk tidak membuat bingung para penyimak.